21 Februari 2017

Mau Jadi Apa Sih Aku?

Mau Jadi Apa Sih Aku?

Berbicara tentang Cita-cita, ingatanku tertuju pada sebuah lagu anak-anak yang sangat fenomenal.

Susan.. Susan..
Kalo gede mau jadi apa?
Aku kepingin pinter
biar jadi dokter...


20 Februari 2017

Ngelamar

Ngelamar

“Jadi begini pak, maksud kedatangan saya ke rumah Bapak adalah karena saya ingin melamar anak Bapak, Arini. Saya menyukai anak Bapak tapi saya tidak mau main-main dulu pak, saya ingin serius yaitu dengan langsung menikahinya.“

13 Januari 2017

Tiga Jimat Lelaki Sejati

Tiga Jimat Lelaki Sejati

“Ente lari aje! Biar ane yang ngadepin mereka!” perintah Herdin.
“Lari kata ente?? Yang bener aje! Lebih baik ane mati karena sama-sama melawan para preman itu dari pada hidup tapi ngorbanin seorang sahabat kayak ente. Ayo kita lawan mereka bareng-bareng!” ucap Sandi, tidak mau menuruti perintah Herdin.

12 Januari 2017

Kakek Tua yang Iba

Kakek Tua yang Iba

"Ini dek buat kamu"

Seorang laki-laki paruh baya menyodorkan uang Rp 50.000 dan meletakannya di mushaf yang sedang aku baca.

Pertempuran di Malam Hari

 Pertempuran di Malam Hari

Malam itu gelap, tapi cahaya bulan dan bintang-bintang di langit serta lampu-lampu di sepanjang jalan juga rumah-rumah, membuat malam menjadi menyala indah. Ya, semua itu karena cahaya, cahaya yang diciptakan oleh Tuhan untuk kita. Tanpa cahaya, malam hari hanyalah hitam tanpa keindahan. Tanpa cahaya, matapun tak dapat melihat apa-apa.

25 November 2016

Kultwit Ust Felix Siauw Tentang Percaya

Kultwit Ust Felix Siauw Tentang Percaya

1. Tentang Percaya | Karena percaya kita meminjamkan uang pada orang lain, karena percaya kita menitipkan harta kepada orang lain,

2. Dalam Islam kepercayaan itu utama, karenanya Nabi Muhammad dikenal sebab dia dipercaya,

3. Rasulullah Muhammad digelari al-amin, yang lisan, amalannya sesuai dan bisa dipertanggungjawabkan

4. Membangun kepercayaan itu perlu waktu lama, meruntuhkannya hanya perlu semalam,

5. sebab kepercayaan itu bukan diminta tapi diberikan setalah pembuktian, lewat waktu yang lama

6. Karena percaya, Saad bin Muadz menyerahkan kepemimpinan pada Rasulullah untuk diterapkan syariat Islam, walau berat ujian dan pengorbanan

7. Bagaimana bila kepercayaan itu hilang?

8. Sebab ketidakadilan yang begitu jelas, sebab ketidaksetaraan yang merata, kesombongan dan kemunafikan yang dipertontonkan?

9. Maka tak tegak pemerintahan, sebab ummat sudah tidak percaya.

10. Sebab terlalu banyak mereka melihat kesalahan dibela, dan yang benar justru disalahkan dan dituduh

11. Saat pihak berwenang yang diharap-harap justru memaksakan kehendak,

12. dan teriak hati-hati yang terluka sebab agamanya dihina dibungkam tak boleh bersuara

13.Disitu ramai manusia bertanya, salahkah meminta keadilan? Bukankah negara ini tegak sebab rakyatnya?

14. Bukankah percaya adalah nyawa tegaknya negara? Yang membuat rakyat mau untuk patuh dan menuruti kehendak penguasanya?

15. Maka yang kita lihat hari-hari ini ialah kepercayaan yang dilalaikan, yang dipercaya sudah tak mampu menunaikan kepercayaan

16. Sebab Allah yang harusnya dasar dari seluruh yang kita percaya, dipinggirkan hanya sekedar di masjid

17. Demokrasi yang katanya suara terbanyak tak terbukti, keadilan sosial pun dikalahkan kepentingan, kekufuran dibela? Percaya? Hilang

18. Indikasi meningkatnya ketidak percayaan ummat pada penguasa-penguasa angkuh ini makin meningkat,

19.  Isu rush money jadi bukti, kalang kabut negara melarang, padahal uang ya uang mereka, lalu masih ngotot ini agenda politik?

20. Mengapa tidak tegakkan keadilan, penjarakan penista agama, dan hukum seberat-beratnya, lalu kembali pada aturan syariat Allah,

21. Ketika semua kepercayaan dijaminkan pada Allah, pada ketaatan, disitu kepercayaan ummat pasti diberikan, pemerintahan pastinya berkah

08 November 2016

5 Gubernur Indonesia yang Hafal Al Quran (Hafiz)

5 Gubernur Indonesia yang Hafal Al Quran (Hafiz)

Memegang amanah sebagai kepala daerah adalah bukan hal yang mudah. Seorang kepala daerah atau gubernur harus memiliki ilmu dan kemampuan yang mumpuni dalam memimpin. Selain itu, akan lebih baik lagi jika seorang pemimpin tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual saja tapi juga moral dan spiritual. Memiliki ketataan yang luar biasa kepada Tuhan-Nya dan bekerja keras lillahi ta'ala agar rakyatnya sejahtera, bukan bekerja demi meraih popularitas media semata.

Di negara Indonesia yang kita cintai ini, ada beberapa kepala daerah yang selain memiliki prestasi di provinsi yang ia pimpin, tapi hebatnya juga mereka ternyata adalah seorang penghafal quran ( hafiz ). Pemimpin yang seperti itulah yang patut kita teladani. Al-quran saja mereka cintai, apalagi rakyatnya. Betul apa betul? Adapun sosok-sosok Gubernur yang juga seorang hafiz quran adalah sebagai berikut.

1. Dr. H. Achmad Heryawan, Lc., M.Si (Gubernur Jawa Barat)

Bapak Gubernur yang sering di sapa Aher ini telah menjabat selama dua periode hingga tahun 2018 setelah memenangi pemilihan umum Gubernur Jawa Barat tahun 2013. Melalui persinggungannya dengan pergerakan tarbiah, ia menunjukan perhatiannya dalam politik. Ia bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terpilih sebagai anggota parlemen DKI Jakarta dua periode sejak 1999. Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat 2008 mengantarnya sebagai Gubernur Jawa Barat.

Selaku kepala daerah, ia mendapat sejumlah penghargaan dari negara. Enam tahun kepemimpinan Aher ditandai dengan sedikitnya 150 penghargaan dari pemerintah yang diraih pemerintah provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2015, Jawa Barat di bawah pemerintahan Ahmad Heryawan berhasil meraih penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara untuk yang kelima kalinya.

2. H. Gatot Pujo Nugroho, A.Md., S.T., M.Si (Gubernur Sumatera Utara)

Pak Gatot menjadi Gubernur sejak 14 Maret 2013. Sebelumnya, ia merupakan Plt. Gubernur Sumatera Utara sejak 2011 hingga 2013 menggantikan Syamsul Arifin yang terjerat kasus korupsi. Gatot yang adalah politikus PKS ini, berduet dengan Syamsul Arifin pada Pemilukada Sumatera Utara 2008 dengan tagline Syampurno.

Dalam Pilkada Sumut 2013, ia maju dan menggandeng Bupati Serdang Bedagai, H.T. Erry Nuradi sebagai wakilnya. Sesuai hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan nomor urut 5 yang membawa tagline Ganteng ini memenangkan pilkada satu putaran di angka 32,05%.

3. Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Spsi, Msc (Gubernur Sumatera Barat)

Ia memulai jabatan sebagai Gubernur Sumatera Barat periode kedua pada 12 Februari 2016 setelah memenangkan pemilihan Gubernur Sumatera Barat. Sebelumnya, ia duduk di Dewan Perwakilan Rakyat tiga periode sejak 1999 dari Partai Keadilan Sejahtera. Ia dikenal sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Adzkia, tetap mengajar dan menunaikan dakwah sepanjang kariernya.

Datang dari keluarga Minangkabau, Irwan menjalani pendidikan menengah di Padang. Ia mengenal tarbiah dan terjun sebagai aktivis dakwah saat berkampus di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1982. Setelah meninggalkan status mahasiswa pada 1988, ia kembali ke Padang mendirikan Yayasan Pendidikan Adzkia. Ia sempat mengambil pekerjaan paruh waktu di bagian HRD (Human Resource Development) berbagai perusahan pemerintah dan dosen psikologi industri. Seiring pengukuhan Partai Keadilan pada 20 Juli 1998, Irwan membentuk dan mengetuai perwakilan PK di Malaysia. PK mengantar Irwan duduk di parlemen hasil pemilihan umum 1999; Irwan terus terpilih untuk dua periode berikutnya. Setelah menyelesaikan pendidikan doktor, ia berbagi tugas sebagai guru besar bidang pengembangan SDM dan tetap berdakwah.

Selaku kepala daerah, ia mendapat sejumlah penghargaan dari negara. Empat tahun kepemimpinan Irwan ditandai dengan sedikitnya 137 penghargaan dari pemerintah yang diraih Sumatera Barat. Selama duduk di parlemen, ia mencurahkan pandangannya dalam penyusunan sejumlah RUU, termasuk penggunaan sumber energi alternatif panas bumi. Ia dicatat karena kemampuan melobi dan pernah menolak permintaan untuk menjadi menteri.

4. K.H. Abdul Ghani Kasuba, Lc ( Gubernur Maluku Utara)

Ia di lantik menjadi Gubernur sejak tahun 2014 didampingi Muhammad Natsir thaib. Sebelumnya, Abdul Gani Kasuba merupakan wakil gubernur dan juga pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI dari dapil Maluku Utara dari Fraksi PKS. Pendidikan dari tingkat SD sampai dengan SMA diselesaikan di Palu, Sulawesi Tengah, sedangkan tingkat sarjana diselesaikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

5. Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A (Gubernur Nusa Tenggara Barat)

Bapak Gubernur yang akrab di sapa Tuan Guru Bajang adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 periode, masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018. Di nobatkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai Gubernur Termuda di Indonesia. Ia juga menerima Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala yang merupakan penghargaan atas jasanya dalam bidang kesehatan dan dirinya menerima beberapa prestasi membanggakan lainnya.

Nah, semoga kelima sosok gubernur di atas bisa menginspirasi kita semua untuk senantiasa mencintai Al-Qur'an. Lebih bagus lagi apabila dapat menghafalnya, atau minimal rutin membacanya, mempelajari dan  memengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.