Tampilkan postingan dengan label Tere Liye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tere Liye. Tampilkan semua postingan

40 Kata Kata Mutiara Tere Liye Tentang Cinta Paling Menyentuh Hati

40 Kata Kata Tere Liye Tentang Cinta Paling Menyentuh Hati

Siapa sih yang nggak kenal Tere Liye? Novelis yang bernama asli Darwis ini tentu sudah tak asing lagi di telinga para penikmat sastra. Buku novelnya selalu bestseller dipasaran, bahkan beberapa karya novelnya sudah ada yang diadaptasikan ke dalam film layar lebar, seperti Hafalan Shalat Delisa, Bidadari-Bidadari Surga dan Moga Bunda di Sayang Allah.

Dalam novel-novel karya Tere Liye selalu ada kalimat-kalimat indah dengan pesan yang dalam ketika kita membacanya. Tidak hanya itu, di akun media sosial miliknya (facebook.com/tereliyewriter) ia juga rajin membagikan kutipan-kutipan bijak seperti ke 40 quotes/kata kata mutiara Tere Liye tentang Cinta yang paling menyentuh hati berikut ini.

1. “Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.” Tere Liye, Novel Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

2. “Ya, cinta seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya.” Tere Liye

3. "Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu.” Tere Liye

4. "Hanya dua alasan yang membuat seseorang memutuskan pergi sejauh mungkin. Satu karena kebencian yang amat besar, satu lagi karena rasa cinta yang amat dalam." Tere Liye, Novel Rindu

5. Sssttt.... semua orang bisa mengaku "saya peduli", "saya sayang", "saya bla-bla-bla". Tapi ingatlah nasihat orang tua dulu, jangan cuma mendengar kalimatnya, tapi lihat perbuatannya, aksinya. Karena lebih baik mendapatkan seseorang yang malu bilang 'i love u', tapi dia buktikan rasa sayangnya dengan semua aksi tanggung-jawab, kepedulian dan cinta. *Tere Liye

Baca Juga :

6. “Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.” Tere Liye, Novel Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

7. “Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.” Tere Liye

8. "Mencintai dalam diam adalah seperti menari takjim sendirian di antara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta." Tere Liye

9. “Cinta itu jangan dipaksakan, jangan diburu-buru karena nanti kita yang akan merusak jalan ceritanya sendiri.” Tere Liye

10. "Cinta itu bukan soal kebersamaan apalagi memiliki. Melainkan pada ingatan yang diletakkan di hati kita masing-masing, pun dalam doa-doa yang dipanjatkan dalam senyap. Itulah kenapa, kalaupun kita tidak memiliki seseorang/sesuatu, tidak bersama dengannya, atau malah dibenci, kita tetap selalu bisa menyebutnya dengan kata cinta." Tere Liye

11. "Tinggalkanlah , Jika dia memang cinta sejatimu , dia akan kembali dengan cara mengagumkan"~ Tere Liye

12. " Kesepian bukan alasan terbaik untuk jatuh cinta. Kerana ketahuilah, banyak orang yang tetap merasa kesepian meski telah jatuh cinta. Bahkan menikah sekalipun." Tere Liye

13. “Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri, Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki.

14. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.” Tere Liye, novel Hujan

15. “Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.” Tere Liye

16. "Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini. Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki.
Yang jika kita sungguh cinta, kita akan membiarkannya, seperti apa adanya. Hanya menyimpan perasaan itu dalam hati." Tere Liye

17. "Apalah arti cinta, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?" Tere Liye

18. "Setiap cinta memiliki waktunya. Jika sekarang belum saatnya, belum pantas, belum siap, maka bukan berarti itu tidak cinta. Bersabar lebih baik." Tere Liye

19. “Kamu tahu, ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok.” Tere Liye, Novel Hujan

20. “Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.” Tere Liye

21. "Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta" Puisi, Tere Liye

22. "Buat apa cinta jika kau tidak percaya padaku. Buat apa sayang jika kau terus berperasangka yang bukan-bukan." Tere Liye

23. "Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat." Tere Liye

24. "Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun." Tere Liye

25. "Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan kamu tidak pernah paham betapa indahnya jauh cinta." Tere Liye, Novel Hujan

26. "Jika kau merasa bahagia dan sakit di waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela nafas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok. Tak pelak lagi, kau sedang jatuh cinta." Tere Liye, Novel Hujan

27. "Di muka bumi ini, setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Kalimat ini seharusnya yang pertama kali dipelajari oleh setiap orang yang akan, sedang, telah, atau berhenti jatuh cinta." Tere Liye

28. "Menjadi jomblo itu bukan berarti kita tidak paham tentang cinta. Bahkan, ssttt... malah kita lebih jernih memperhatikan "keganjilan-keganjilan" prilaku orang yang sedang jatuh cinta." Tere Liye

29. "Mencintai dalam diam adalah seperti menari sendirian diantara kabut pagi disebuah padang rumput yang mewah dan indah. Dan meski tidak tersampaikan, tidak terucapkan, demi menjaga kehormatan perasaan, kita selalu tahu itu sungguh tetap sebuah tarian cinta." Tere Liye

30. "Cinta adalah sabar. Orang-orang yang sabar akan memperoleh cinta yang istimewa." Tere Liye

31. "Hidup hanya sekali, mati sekali, maka jatuh cinta hanya sekali..." Tere Liye, Novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

32. "Tidak semua orang beruntung, menikah dengn cinta sejatinya, tapi semua orang bisa beruntung, menjadikn orang yang dinikahi sebagai cinta sejatinya." Tere Liye

33. "Urusan perasaan itu ajaib sekali, bahkan bisa membuat merasa sepi di tengah keramaian, ramai di tenga kesepian." Tere Liye

34. "Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu." Tere Liye

35. "Berhentilah bertanya bagaimana menemukan pasangan yang baik. Mulailah menjadi orang baik dan terus lebih baik.Maka dengan sendirinya akan ditemukan." Tere Liye

36. "Carilah orang-orang yang tidak mudah bilang suka, tapi saat bilang, dia langsung bawa satu rombongan keluarga." Tere Liye

37. "Orang-orang yang sedang jatuh cinta itu membuat kesimpulan sepihak. Untuk menyenangkan hatinya." Tere Liye

38. "Jangan iri dengan kisah cinta yang ada dalam novel, film, lagu dan sebagainya. Itu semua ditulis oleh manusia, direka-reka, karangan saja, sedangkan kisah cinta kita, sungguh akan ditulis oleh maha memiliki skenario terbaik. Tidak akan tertukar. Tidak akan keliru." Tere Liye

39. "Kisah-kisah cinta di buku itu, semua ada penulisnya. Tapi kisah cinta kau siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan." Tere Liye, Novel Rindu

40. "Kita tidak akan pernah bisa menghidupi sebuah hubungan jangka panjang hanya dengan cinta, kita memerlukan energi lain, yaitu komitmen, kepercayaan." Tere Liye

28 Kata Kata Bijak Tere Liye Tentang Orang yang Suka Pamer

28 Kata Kata Bijak Tere Liye Tentang Orang yang Suka Pamer

Kamu mungkin akan tersinggung dengan quotes/kata kata sindiran dari Tere Liye tentang orang pamer ini. Saya juga dulu tersinggung pertama kali mendengarnya. Tapi itu justru kabar baik, itu berarti masih tersisa nurani yang lembut di sana. Untuk itu, yuk belajar memperbaiki diri bareng-bareng.

1. Kenapa kita pamer?

Kenapa kita pamer? Karena kita tidak bahagia. Orang-orang yang bahagia, dia tidak perlu menceritakan hidupnya, prestasinya, perjalannya, hal hebat yang dia lakukan, apalagi kalau sekadar mengumumkan hal-hal sepele lainnya ke orang lain. Karena kebahagiaan ada di hatinya, bukan dari like, komen, sanjung, pujian orang lain. *Tere Liye

2. Biaya pamer itu mahal

Biaya hidup itu muraaah sekali. Yang mahal, biaya pamer. Masalah hidup itu juga mudaaaah sekali. Yang susah itu, bersabar. *Tere Liye

3. Tidak harus penuh drama di dunia maya

Jadilah wanita berkelas. Apa itu? Yang tidak harus penuh drama di dunia maya, tidak pamer ini-itu, pun tidak mengumumkan banyak hal sepele. Dia berkelas! (juga berlaku untuk laki-laki. tak terbayang jika ada laki-laki sibuk sekali posting curhat, galau, dsbgnya). *TereLiye

4.Tidak perlu dibungkus dengan 'berbagi kebahagiaan'

Kalau mau pamer, pamer saja. Tidak perlu dibungkus dengan 'berbagi kebahagiaan', 'memotivasi orang lain', apalagi sampai harus pakai caption keterangan fotonya super bijak. Kagak nyambung.

Itu foto cuma selfie buat mamerin hari ini lagi pakai baju apa, lagi jalan-jalan di manalah, lagi keren nih, dsbgnya. Fotonya diambil 10 kali, 9 dihapus, baru yg ke-10 merasa cocok, itu pun di edit juga, dikasih filter ini, itu, pakai aplikasi biar fotonya jadi bagus, lantas masih mau ngaku nggak pamer? Terlalu! *Tere Liye

5. Orang lain tidak akan peduli

Jangan suka pamer. Orang yang menyukai kita tidak butuh kita pamer ini-itu agar mereka menyukai kita; pun sebaliknya orang yang tidak suka dengan kita, mereka tidak peduli kita mau pamer apapun. *Tere Liye

6. Jangan pusing dengan penilaian orang lain

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak pusing dengan penilaian dan omongan orang lain, apalagi sekadar prasangka pun kebencian tanpa alasan.

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak perlu menceritakan hidupnya, prestasinya, hal hebat yang dia lakukan, apalagi kalau sekadar mengumumkan hal-hal sepele, doa-doa personal, keluh-kesah, dan hal lainnya ke orang lain. Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak tertarik lagi untuk pamer! *Tere Liye



7. Pamer Pacar

Sebenarnya siapa sih yang benar-benar peduli saat kita sibuk menyebut nama-nama pacar di jejaring sosial? Pamer foto mesra? Sttt, jawabannya: Nggak ada. Kita saja yang merasa sudah heboh sedunia. *Tere Liye

8. Kebahagiaan itu ada dihati

Orang pamer = orang tidak bahagia. Semakin sering pamer = semakin sering tidak bahagia. Jika seseorang itu sungguh bahagia, dia tidak membutuhkan like, komen, sanjung dan puji dari orang lain. Kebahagiaan ada di hatinya sendiri. *Tere Liye

9. Jadilah seperti samudera

Jadilah seperti samudera. Orang-orang hanya menatap permukaan, tidak tahu betapa dalam dan mengagumkan isinya. Mulai dari pengetahuannya, perjalanan hidupnya, kota-kota yang pernah dia kunjungi, amal kebajikan, bahkan kekayaan harta benda miliknya tersembunyi rapat.

Jadilah seperti samudera. Sepatah pun dia tidak perlu pamer, tapi siapapun yang menatapnya, akan tahu betapa dalamnya samudera. *Tere Liye

10. Sabar kepada diri sendiri 

Menahan diri untuk tidak pamer itu adalah cabang bersabar. Ditahan. Dilatih agar diri kita tidak mudah sekali "mengumumkan" ini-itu demi menarik perhatian, sanjung, like dan komen. Sungguh salah-satu sabar paling berat adalah sabar kepada diri sendiri :) *Tere Liye

11. Apakah pamer itu penting sekali?

Segila apapun nafsu pamer kita, pastikan kita tidak posting foto: lagi mandi, lagi berenang, lagi di tempat tidur, dsbgnya. Apalagi sampai ada lawan jenis di sana, yang entah siapalah.

Ini bukan soal moralitas, sok suci. Bukan. Ini soal, ada yang pantas, ada yang tidak. Ada pantas, ada yang berlebihan sekali.

Kalau artis, selebritis melakukan itu, bukan berarti kita harus begitu. Selalu gunakan akal sehat: apakah ini penting sekali diposting, penting sekali diperlihatkan ke seluruh dunia. Segila apapun nafsu pamer kita. *Tere Liye

12. Cukup diri sendiri saja yang tahu

Dunia maya ini menggoda siapapun untuk pamer. Luar biasa sekali godaannya. Dikit-dikit kita terpancing untuk pamer, dikit-dikit suka dipuji, dilike, dikomentari orang lain.

Tapi sungguh beruntung orang-orang yang bisa menahan diri, yang tahu persis mana yang sebaiknya dibagikan, mana yang sebaliknya, cukup diri sendiri saja yang tahu. *Tere Liye

13. Hiduplah tanpa kepura-puraan

Hiduplah tanpa kepura-puraan. Berlarilah tanpa penyesalan. Apa adanya tanpa perlu pamer dan mengemis like. Lakukan yang terbaik seolah besok tidak ada lagi waktu. Dan selalu bersyukurlah seakan kita orang paling beruntung sedunia. *Tere Liye

14. Kejujuran adalah kunci hidup bahagia

Semakin kita jujur kepada diri sendiri, maka semakin berkurang nafsu untuk pamer ini, itu ke orang lain. Siapa kita. Apa yang kita cari. Apa tujuan kita. Apakah hidup kita bermanfaat bagi orang lain.

Apakah kita terus berusaha menjadi orang baik. Hanya kita yang bisa menjawabnya. Kejujuran adalah kunci hidup bahagia yang damai. *Tere Liye

15. Definisi kekayaan materi sebenarnya

Orang-orang yang tidak mengumbar kemesraan beserta pasangannya, boleh jadi merekalah pemilik definisi dan kebahagiaan cinta.

Orang-orang yang tidak melaporkan sedang berada di mana, lagi di mana, boleh jadi merekalah pemilik perjalanan dan petualangan setiap sudut dunia.

Orang-orang yang tidak memamerkan pakai bedak apa hari ini, pakai baju apa hari ini, boleh jadi merekalah yang memahami arti kecantikan dan ketampanan terbaik.

Orang-orang yang tidak sibuk mengumumkan ini, itu, boleh jadi merekalah yang terus produktif dan berkarya. Dan merekalah pemilik definisi kekayaan materi sebenarnya.

Bertemu orang-orang seperti ini secara langsung sangat mengagumkan. Wajahnya teduh tenteram. Senyumnya lembut bagai matahari pagi. :) *Tere Liye

16. Jangan kebalik!

Orang menyebalkan itu adalah: dia pinjam uang, bukannya bergegas mengembalikan pinjamannya, dia malah jalan-jalan kemanalah, pamer ini, pamer itu di akun medsos. Hutang itu ada di urutan pertama yang wajib diselesaikan. Bukan urutan terakhir. Jangan kebalik. *Tere Liye

17. Orang yang menyebalkan di dunia maya

Orang yang menyebalkan di dunia maya, suka bully, bicara kasar, mudah tersinggung, gampang pamer, curhat kesana-kemari, boleh jadi memang menyebalkan aslinya di dunia nyata. Boleh jadi, loh. *Tere Liye

18. Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak tertarik lagi untuk pamer!

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak pusing dengan penilaian dan omongan orang lain, apalagi sekadar prasangka pun kebencian tanpa alasan. 

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak perlu menceritakan hidupnya, prestasinya, hal hebat yang dia lakukan, apalagi kalau sekadar mengumumkan hal-hal sepele, doa-doa personal, keluh-kesah, dan hal lainnya ke orang lain. 

Orang-orang yang sungguh bahagia, dia tidak tertarik lagi untuk pamer! *Tere Liye

19. Pamer celana dalam

Bahagia itu boleh jadi seperti pakaian dalam. Mau semahal apapun, semurah apapun, senyaman apapun, hanya kita yang tahu. Orang lain tidak. Apakah orang lain tahu apa warna, model, bentuk celana dalam kita? Tidak. Maka kalau ada orang sibuk pamer ini, pamer itu, dengan alasan berbagi kebahagiaan, eww, dia sedang pamer celana dalam, Maaak.... *Tere Liye

20. Wanita cantik itu...

Wanita cantik itu, mulutnya selalu bicara kebaikan. Tangannya senantiasa mengerjakan hal bermanfaat. Kepalanya, diisi dengan pengetahuan serta pemahaman. Dan hatinya, ini yang paling istimewa, selalu terjaga dari dengki, pamer, bergunjing, dan hal sia-sia dan buruk lainnya. (pun berlaku bagi laki-laki) *Tere Liye

21. Ada banyak hal yang tidak perlu dipamerkan

Media sosial ini menggoda kita untuk pamer. Dan tanpa terasa, sudah terperangkaplah kita memamerkan banyak hal. Berhati-hatilah, selalu pikirkan dengan matang sebelum melepas sesuatu di media sosial. Boleh jadi, ada banyak hal yang tidak perlu dipamerkan/diumumkan di sana. :) *Tere Liye

22. Dua sifat manusia yang menempel erat

Ada dua sifat yang menempel erat satu sama lain: suka pamer dan suka bergunjing. Orang yang suka pamer, maka dia cenderung sekali akan suka bergosip, membicarakan aib orang lain. Dan sebaliknya, orang yang suka bergunjing, dalam satu tarikan nafas saat dia menjelek-jelekan orang lain, dia juga sekaligus berusaha pamer betapa kerennya dia (sementara orang lain penuh aib dan noda). *Tere Liye

23. Pamer Kemesraan

Tidak perlulah pamer foto-foto mesra di facebook/twitter/instagram, dll. Besok lusa, kalau putus, mau dikemanakan semua kemesraan itu? Nasehat ini demi kebaikan kalian sendiri. Kan kalian tidak mau semua orang sedunia tahu kalian bekas pacar si itu, si ini, dan panjang benar itu daftarnya. *Tere Liye

24. Kebahagiaan sejati

Kebahagiaan sejati itu mirip sekali dengan celana dalam. Hanya kita yang tahu apa warnanya, nyaman atau tidak dipakai, dll, dll. Hanya kita yang tahu persis. Orang lain? Hanya menebak. Maka, jika ada orang yang sibuk pamer, sibuk bilang dia lagi bagi-bagi kebahagiaan lewat pamer, dll, orang-orang ini telah memakai celana dalamnya di luar. Dia pamerkan celana dalamnya yang warna-warni. *Tere Liye

25. Wanita yang percaya diri

Wanita yang percaya diri, dia tidak membutuhkan pamer tubuhnya yang bagus, tas, sepatu, pakaiannya yang mahal, perhiasannya, dsbgnya.

Wanita yang percaya diri, cukup tampil sederhana, bersahaja, karena dia tahu persis dia punya amunisi yang lebih hakiki: kecerdasan, keberanian, mandiri, bisa diandalkan, dsbgnya. Juga berlaku untuk laki-laki, dia tidak butuh pamer dengan tubuh gagah, wajah tampan, mobil mewah, dsbgnya *Tere Liye

26. Suka pamer tapi masih punya banyak hutang

"Bang Tere, saya nggak masalah orang mau pamer foto selfie lagi jalan-jalan di mana. Tapi yang jadi masalah: hutangnya ke saya belum dibayar, gimana dong?" Inilah problem rumit jaman now. Bahkan banyak yang pamer gila-gilaan di instagram, ternyata itu dimodali uang haram. Saya melambaikan tangan, saya tidak bisa menjawabnya. Nyerah. *Tere Liye

27. Pamer = Membukakan pintu lebar-lebar bagi orang yang berniat jahat.

Hati-Hati. Berhentilah asyik posting foto lagi di mana, sedang apa, punya perhiasan apa, semuaaaa diumumkan di media sosial (instagram terutama). Kita menjadi sangat rentan atas tindak kejahatan. Bagaimana tidak? Orang bisa tahu persis kita lagi di mana, siapa saja bersama kita, bahkan saat kita berwisata di kota lain, orang tahu di hotel apa kita menginap, di kamar mana. Dan lebih serius lagi, saat kita pamer apa yang kita bawa, harta apa yang sedang kita kenakan.

Atau harta apa yang ada di rumah, di mana tempat menyimpannya. Itu persis seperti membukakan pintu lebar-lebar bagi orang yang berniat jahat. Dan mereka tidak perlu riset apapun untuk mulai melancarkan kejahatan, toh, kita sudah membagikan “peta”, semuanya lewat instagram. *Tere Liye

28. Pikirlah dua kali sebelum memposting foto di sosmed

Boleh posting foto? Tentu boleh. Tapi selalu cek minimal dua kali: “Apakah ini penting banget?”, “Apakah ini harus dan mendesak sekali saya posting?” Selalu pikirkan dua hal ini sebelum mengklik tombol posting. Semoga itu membantu mengendalikan nafsu pamer kita. *Tere Liye

Jenis-Jenis Gombal Menurut Tere Liye

Jenis-Jenis Gombal Menurut Tere Liye

Kalian tentu tahu kan gombal itu apa? Ya, gombal atau kata-kata gombal digunakan oleh seseorang (biasanya pria) untuk merayu, menggoda dan atau mencari perhatian orang lain terutama lawan jenis. Namun saat sekarang ini juga banyak digunakan hanya untuk hiburan, komedi/lawak. (Wiktionary)

Berikut adalah jenis-jenis gombal menurut Tere Liye, baca sampai selesai biar tahu!

1. Gombal Kelas Internasional

Bilang ke pacar "Aku cinta kamu karena Allah, dek." Pacar? Sambil pegangan tangan? Mesra-mesraaan. Aduh, nggak banget deh. Jangan bawa-bawa Tuhan untuk urusan pacaran yang jelas melanggar banyak peraturan Tuhan. Malaikat saja mungkin gerah berada di sekitar, mungkin pergi ratusan kilometer, menjauh.

2. Gombal Kelas Nasional

Orang pacaran yang ngaku-ngaku: "Cinta kita suci, ini anugerah Tuhan yang tidak kita minta." Sambil mojok berdua. Asyik berduaan, asyik pegangan tangan. Suci? Tapi dikotori dengan pacaran, yang melanggar begitu banyak peraturan Tuhan. Ya ampun sejak kapan pacaran masuk dalam definisi suci.

3. Gombal Kelas Provinsi

"Nggak juga bang tere, pacar aku serius kok". Wushhh, hening deh. Serius? Sejak kapan pacaran masuk definisi serius? Kalau serius ya menikah. Satu-satunya keseriusan dalam pacaran adalah: serius pacaran. Asyik masyuk, menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

4. Gombal Kelas Kabupaten

"Kami pacarannya islami kok, tahu batas-batasnya." Ya ampun, justeru dengan pacaran, batas terbesarnya sudah dilanggar. Kalau memang ada pacaran islami, maka besok lusa, acara bergosip di televisi akan ngaku gosip islami. Yang pembawa acara gosipnya seperti cacing kepanasan akan membuka acara dengan: "Hei hei pemirsa, assalammualaikum, hallo apa kabar sih? Kalian tahu nggak penonton, masya Allah, subhanallah, kucing sebelah rumah selingkuh. Astagfirullah. Mari kita berdoa semoga selingkuhannya diberikan jalan tobat, Allah SWT berfirman, Rasul Allah bersabda, dan seterusnya."

5. Gombal Kelas Kecamatan

"Beneran loh, Bang, pacaran itu menambah semangat belajar." Oh iya? Lantas hitung sendiri nanti ya, berapa banyak waktu sia-sia yang dihabiskan, berapa banyak galau, tidak menentu. Dan silahkan cek sendiri, apakah kalian jadi peserta olimpiade Matematika dunia dan dapat medali emas gara-gara pacaran. Kalau mau jujur-jujuran, mau mendengarkan, mau obyektif, besok lusa, saat kalian sudah 40, 50 atau 60 tahun, pikirkan, apakah memang ada manfaatnya pacaran jaman kalian masih remaja dulu?

6. Gombal Kelas Kelurahan/Desa

"Aku rela berkorban demi dia". Bela-belain beli kado, hadiah, buat siapa? Pacar? Tapi beliin orang tua, adik, kakak, kado, hadiah malah amit-amit. Bela-belain ngantar siapa tadi? Pacar? Rela hujan-hujanan, rela ngutang, rela semua. Tapi ngantarin orang tua, adik, kakak, malah ogah.

7. Gombal Kelas RT/RW

"Aku sayang kamu tulus dan murni." Hoax, dek. Pegang tangan pacar tiap minggu (padahal dosa), pegang tangan orang tua cuma tiap lebaran. Masih bergaya pula bilang kalau "cinta kami tulus dan murni" dan mengaku-ngaku paham benar hakikat cinta.

8. Gombal Kelas Gang/Selokan

"Abi udah makan belum?" "Mama udah belajar belum?" Ya ampun, baru pacar? Sudah panggil abi-ummi? Mama-papa? Ini benar2 gombal kelas gang. Lantas besok2 kalau putus? Jadi janda-duda dong? Kalau pacaran 5x, putus 5x? Berarti sudah pernah jadi janda 5x dong? Ini horor.

Semoga kalian mau memikirkannya, dan tidak tertipu dengan para penjahat perasaan di luar sana. Karena sekali urusan ini merusak kalian, yang rugi kita sendiri. Orang lain mah jangan-jangan sudah sibuk dengan pacar-pacar berikutnya, mana ingat dengan korban-korban sebelumnya.

Sumber: facebook.com/tereliyewriter