Tampilkan postingan dengan label Hijrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hijrah. Tampilkan semua postingan

30 Kata Kata Motivasi Mengajak Berhijab Syar'i

30 Kata Kata Motivasi Mengajak Berhijab Syar'i

30 Kata Kata Motivasi Mengajak Berhijab Syar'i - Menutup aurat adalah sebuah kewajiban yang harus ditaati oleh setiap mulimah. Akan tetapi masih banyak muslimah yang justru tidak mentaati perintah agama tersebut karena beberapa alasan. Adapun alasan muslimah tidak menutup auratnya adalah ketidak tahuannnya terhadap kewajiban menutup aurat, gerah ketika mengenakan hijab, belum siap, merasa tidak pantas berhijab karena perilakunya masih tidak baik, dan lain sebagainya.

Berikut adalah 30 kata kata bijak, kata mutiara, kata motivasi, caption, quotes tentang behijab syar'i yang semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para muslimah untuk segera berhijab dan istiqomah dengan hijab yang dikenakannya.

1. Hijab itu awal perbaikan, berhijablah sambil terus memperbaki hati dan perilaku.

2. Mending mana, berhijab tapi hatinya buruk, gak berhijab tapi hatinya baik. Berhijablah, dan mulailah menata hati dan diri. -hijabalila-

3. Bidadari dunia memang tidak bersayap tapi ia berhijab. :)

4. Perempuan yang berhijab belum tentu sholeha, tapi perempuan sholeha sudah pasti berhijab.

5. Aku berhijab bukan karena pintar ilmu agama tetapi aku berhijab karena belajar menaati perintah Allah.

30 Kata Kata Motivasi Mengajak Berhijab Syar'i

6. Perempuan cantik itu auranya yang kemana-mana bukan auratnya yang kemana-mana.

7. Nggak mau berhijab syari karena gerah? "Katakanlah, api neraka jahannam itu lebih sangat panasnya jikalau engkau mengetahui" (QS 4.81)

8. Berhijab bukanlah tanda sudah taat justru langkah awal belajar taat.

9. Jilbab bukan hanya untuk wanita yang panda agama saja. Jilbab juga bukan hanya untuk wanita yang pintar ngaji dan berakhlak mulia saja. Namun jilbab adalah untuk semua wanita yang mengaku dirinya muslimah.

10. Mungkin kita belum tahu banyak hal, paling tidak kita tahu berhijab itu wajib dan kita taat.

11. Cantik itu relatif tapi menutup aurat itu wajib bagi perempuan muslimah.

12. Kalau seandainya buka-bukaan adalah bentuk kemajuan maka yang paling maju adalah binatang.

13. Bukan karena sudah menjadi shalihah sehingga aku berhijab, justru aku berhijab karena ingin menjadi shalilhah. -Ukhti_shaliha-

14. Katanya mencari ridho Allah tapi kok diperintahkan pakai hijab yang syar'i masih enggan? Masih suka nawar-nawar? Luruskan niat, sederhanakanlah hijab, sempurnakan perintah Allah. Yuk Berhijab. -Ust Felix Siauw-

15. Kapan mau berjilbab? Sampai kapan tak mau taat? Sampai kapan hatinya dulu yang dijilbabi? Sampai kapan menunggu siap? Berjilbablah sekarang juga. Karena itu kewajiban bukan pilihan.

16. Kewajiban menutup aurat dimulai ketika sudah baligh, bukan menunggu saat kita sudah baik. -UkhtSally-

17. Aurat tidak akan bisa ditutup melalui akhlak. Karena aurat hanya bisa ditutup dengan berhijab.

18 .Sudah berhijab tapi lisannya menyakitkan yang disalahkan jangan hijabnya, tapi diperbaiki lagi kata-katanya. -Ukhtisally-

19. Soal hijab, kamu gak bakah dihukum karena tidak tahu. Tapi kamu bakal dihukum karena gak mau tahu. Islam itu sempurna maka carilah tahu. -kartun.muslimah- 

20. Yang berhijab belum tentu baik tapi sudah pasti lebih baik daripada tidak berhijab belum tentu tidak akan melakukan dosa tapi sudah pasti mengurangi dosa, belum tentu akhlaknya sudah sempurna tapi akan sempurnakan dengan taat melalui sebuah proses.

21. Hijabnya memang tak menjamin suci, tapi yang berhijab sudah pasti dia lebih baik dati yang tak berhijab.

22. Wahai wanita, apabilah kau berhijab, kau akan kelihatan cantik, maka didiklah hati kau juga agar menampilkan kecantikan akhlak sepertimana cantiknya kau berhijab.

23. Ada banyak hal yang perlu kita benahi setelah berhjab, memperbaiki akhlak, mempercantik hati, menjadi muslimah yang lebih baik lagi. 

24. Muslimah berhijab bukan malaikat namun ia sedang proses menuju taat.

25. Aku berhijab bukan berarti telah memiliki akhlak yang sempurna. Aku hanya ingin menutup satu pintu dosa yang biasa dilakukan wanita.

26. Hijab bukanlah ciri dari wanita sempurna tapi ciri wanita yang ingin menyempurnakan dirinya, bukan juga malaikat, hanya mencoba lebih taat.

27. Panas dunia itu sementara, hijab itu seumpama payung yang melindungi wanita dari kepanasan yang berjuta-juta kali ganda di akhirat nanti.

28. Berhijab bukan tentang bisa atau tidak bisa tapi mau atau tidak mau karena kalau mau pasti bisa. -UktiSally-

29. Ketika kita mengambil keputusan dengan melibatkan-Nya lalu melepaskan sesuatu yang kita senangi karena alasan-alasan syar'i. Jangan takut, karena Allah akan mengganti untukmu bahkan  lebih. Percayalah.

30. Berhijab nggak menjamin hatimu baik, tapi hati yang baik selalu mau taat.

Cinta yang Ditumbuhkan Jauh Lebih Mulia daripada Cinta yang Ditemukan

Jatuh cinta adalah hal wajar dialami setiap orang, khususnya para anak muda. Jatuh cinta itu katanya sih berjuta rasanya. Setiap detik, menit, jam selalu teringat sosok si dia yang dicintai. Lagi makan ingat si dia, mau tidur ingat si dia, sampai mau pup pun ingat si dia.

Duh, rasanya tuh pengen hidup berdua sama dia selamanya. Begitulah kata orang-orang yang sedang dimabuk cinta karena baru menemukan tambatan hatinya.

 Jangan Asal Pertama Ketemu Terus Jatuh Cinta, Lalu tiba-tiba Pengen Hidup Berdua Sama Dia Selamanya. Preeet!!

Namun, ada yang unik ni dalam postingan instagram @adilladharma, dia jutru mengatakan bahwa cinta yang ditumbuhkan itu jauh lebih baik daripada cinta yang ditemukan. Hmmm apa benar begitu?

 Jangan Asal Pertama Ketemu Terus Jatuh Cinta, Lalu tiba-tiba Pengen Hidup Berdua Sama Dia Selamanya. Preeet!!

Cinta yang ditumbuhkan jauh lebih mulia daripada cinta yang ditemukan
oleh  Aldilla Dharma

Karena bayangkan, dalam perjalanan kehidupan setelah menikah ada kalanya kamu akan males, bosen, muak, atau apapun itu. Karena kamu dan dia juga sama-sama manusia biasa. Lalu ketika kita tau pola menumbuhkan cinta, kita bisa menyingkirkan kebencian dan mendatangkan rasa sayang.

Nggak mungkin banget kalo nggak suka terus minta udahan. Ini pernikahan, bukan pacaran. Jadi beruntunglah kamu yang menumbuhkan cinta bersama pasanganmu. 

Jangan asal pertama ketemu terus jatuh cinta nggak tahu kenapa, lalu pengen hidup berdua sama dia selamanya. Preeeeeeet! 

Kata guruku, hati-hati sama rasa karena sifatnya sementara. Karena untuk mencapai bahagia, nggak hanya butuh cinta tapi logika. Ada kala kamu nggak bisa bersama dengan dia yang kamu cinta. Tak mengapa, ini adalah cara Tuhan mengajarmu bahwa masa depan membutuhkan pasangan yang bisa diajak berjuang bersama. Dari logika akan memupuk rasa terbalut romansa.

Maka temukan pola terbaikmu dalam menumbuhkan cinta. Insya Allah kalimat “Semoga langgeng sampai ke surga.” tak akan lagi menjadi sebatas doa. Tapi nyata.

Dan buat para wanita, nggka usah lagi berekspetasi dalam mencari calon suami. Karena NGGANTENG aja nngak bisa buat selesaikan masalah. Kamu nggak akan bisa makan karena suamimu NGGANTENG. Anak-anakmu nggak bisa sekolah tinggi karena suamimu NGGANTENG.

Poin terpenting dari seorang lelaki yang pantas dijadikan pendamping adalah shaleh, bertanggung jawab, dan pekerja keras. Itu udah sangat cukup.

Karena percayalah, keluargamu akan termuliakan ketika dipimpin oleh seorang lelaki yang bijaksana. Kalo nikah kamu jangan cari bahagia. Karena itu malah akan membuat kamu menderita. Kaya ibadah shalat, ada kalanya kita males kan? Tapi kita paksa buat dapet ridha Allah. Begitupun menikah, kalo yang dicari bahagia trus keadaannya pas nggak bahagia kamu mau apa?

Tapi kalo yang dicari ibadah, dalam kondisi apapun kamu akan melakukan yang terbaik buat pasanganmu. Bukan bahagia yang kamu tuju. Tapi ridha Tuhanmu. Dan dari sana akan kau jelang bahagiamu. Hadiah terindah dari Tuhan yang teramat mencintaimu. 

**Nah, itulah statement dari Aldilla Dharma mengenai cinta. Kalau menurut kamu sendiri mending cinta yang ditumbuhkan apa cinta yang ditemukan?

30+ Kata Kata Motivasi Istiqomah di Jalan Allah

30+ Kata Kata Motivasi Istiqomah di Jalan Allah

Kata Kata Motivasi Istiqomah di Jalan Allah - Tidak seperti awal pertama kali hijrah ternyata berusaha istqomah itu lebih sulit dari apa yang dibayangkan. Ketika seorang muslimah memutuskan untuk berhijab misalnya apalagi bercadar, di pertengahan jalan ada saja ujiannya, mulai dari dikatain sok alim, dikatain kayak emak-emak, teroris, kesulitan mencari pekerjaan dan lain sebagainya. Hal itulah yang membuat muslimah pada akhirnya tidak istiqomah dengan pilihannya sendiri.

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerjang. Begitulah perumpamaan bagi seseorang yang berusaha tetap istiqomah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. 

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS Al-Ankabut [29]: 2-3)

Untuk menambah motivasi supaya kita tetap istiqomah, berikut ini adalah kata kata mutiara bijak yang mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan membantu kita dalam mejalankan segala perintah serta menjauhi larang-larangan dalam agama islam.

1. Tidak selamanya yang buruk itu buruk, karena ada orang yang menjadi baik di akhir hayatnya, lalu masuk surga. Tidak selamanya pula yang baik itu baik, karena ada juga yang tiba-tiba di akhir hayatnya menjadi buruk, lalu masuk neraka. Semoga kita termasuk yang Istiqomah sampai akhir hayat.

2. Dibalik kata istiqomah ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang banyak, dan doa yang tidak pernah berhenti

3. Datangnya kematian tidak menunggu anda istiqomah. Namun, istiqomahlah sambil menunggu datangnya kematian.

4. Jalan Allah itu Panjang, akan tetapi Kita Menempuhnya layaknya Kura-Kura. dan tujuannya bukanlah dengan engkau sampai pada ujung jalannya, tetapi tujuannya ialah dengan engkau mati di atas jalan tersebut. -Syaikh al-Albaniy

Baca juga: Kata Kata Mutiara 'Hijrah' Berubah Menjadi Lebih Baik

6. Tetaplah istiqomah pasti akan indah pada waktunya.

7. Shalihah, selipkan doa untukku dan para muslimah pejuang tangguh, agar tetap istiqomah bersama-sama menggapai jannahNya.

8. Betapa banyak kegetiran dan kesulitan yang dialami, yang bisa memalingkan jalan ibadah. Kecuali untuk orang-orang yang bersabar dan selalu istiqomah. -erickyusuf

9. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memproleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS Fushilat: 30)

10. Hijrah dulu, istqomah kemudian. Memang berat tapi coba saja dulu. Toh, nanti jika sudah merasakan pasti ketagihan.

11. Siapa pun kita di masa lalu bukan berarti kita tidak berhak menjadi muslim/muslimah yang lebih baik berhijrahlah, berubahlah, walau sejengkal demi sejengkal jangan tunggu hari esok.

12. Wahai diri, istiqomahlah. Biar pelan yang penting konstan. Biar sedikit, yang penting rutin. Kalau mulai lelah, ingatlah Allah. Ingat bagaimana awal mula ingin hijrah dulu.

13. Amalan yang bagaimanakah yang paling disukai Allah? Rasulullah menjawab, "Amalan yang dikerjalan secara tetap walaupun sedikit (HR. Muslim)

14. Istiqomah itu berat, yang ringan namanya istirahat.

15. Jangan puji aku sholeha cukup doakan istiqomah karena iman sifatnya naik turun begitu pula dengan hati mudah berbolak-balik. -yannie_gisselya

16. Teruslah berlari, teruslah berjalan, teruslah merangkak karena setiap usah kita Allah selalu melihatnya. -anna

17. Kita gagal mendidik diri istiqomah kerana terlalu banyak perkara yang telah menghitamkan hati. -santapanminda

18. Berbuat salah itu wajar, karena mereka yang tak pernah berbuat salah adalah mereka yang tak pernah mencoba sesutu yang baru.

19. Hidup adalah proses, hidup adalah belajar, tanpa ada batas umur, tanpa ada kata tua. Jatuh berdiri lagi, kalah mencobah lagi, gagal bangkit lagi. "Never give up and keep istiqomah" sampai Allah berkata "Waktunya pulang".

20. Istiqomah itu sulit. Ikhlas itu berat. Kenapa? Karena balasannya surga, sebab itulah iman yang terbaik. -fiqihcinta

21. Hijrah karena Allah akan menumbuhkan rasa istiqomah perlahan-lahan.

22. Berubah itu sukar, tapi yang lebih sukar adalah beristiqomah dengan perubahan diri, hanya yang berkeazaman kukuh teguh meneruskan.

23. Istqomah is not easy, but i will do my best, Insya Allah!

24. Sahabat sholeh/sholehah adalah kunci istiqomah dalam hijrah -tausiyahcinta

25. Jangan kau gadaikan prinsipmu hanya demi lembaran rupiah. Karena auratmu adalah maruah. Ladang rezeki masih melimpah, penolakan atas pakainmu yang sesuai syariah adalah bagian dari cara Allah menguji niat istiqomah. -dakwahmuslimah

26. Jangan berputus asa tetap semangat walaupun semua memang berat, yakin atas apa yang kita kerjakan. Tetap berdoa dan berusaha. Semua kemudahan dari Allah datang berdasarkan keyakinan kita.

27. Biar rebah jangan berubah. Biar terbuang terus bejuang. Ujian adalah tarbiyah dari Allah ta'ala. Semakin dekat kepadaNya, semakin kuat ribut taufan melanda. Usah resah bila diuji pasti kebahagiaan bakal dimiliki karena janji Allah itu pasti.

28. Andai perjuangan ini mudah pasti ramai menyertainya. Andai perjuangan ini menjanjikan kesenangan, pasti ramai yang tertarik padanya. Tapi hakikat perjuangan bukan begitu. Turun naiknya, sedikit pedihnya, umpama kemanisan yang tak terhingga. Andai rebah, bangkit lagi semula. Andai terluka, ingatlah janjinya.

29. Ubah kata Lelah itu menjadi Lillah, agar menjadi lebih berkah karena Allah menyukai hambaNya yang pekerja keras namun tetap taat kepadaNya -fun_fress

30. Seseorang akan diuji terus menerus sehingga dia berjalan di muka bumi ini bersih dari dosa-dosanya (HR. Bukhari).

31. Cinta itu kaya ibadah di bulan ramadhan, bukan tentang siapa yang lebih banyak, siapa yang lebih dahulu tapi tentang siapa yang istiqomah hinga akhir -eskurrr

32. Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu. (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)

Kisah Ta'aruf Ikhwan dan Akhwat ini selain Lucu tapi juga Romantis

Kisah Ta'aruf  Ikhwan dan Akhwat ini selain Lucu tapi juga Romantis

Ini kisah pemuda 20 tahun yang hendak menikahi gadis dari Plat AE, daerah Ratna Dumilah. Di namanya terkandung pula kata "Ratna".

Sebab ketakpercayaan diri untuk berikhtiar mandiri, dia percayakan urusan "siapa" pada Allah dan guru yang dipandang mumpuni, agar lebih fokus mempersiapkan "bagaimana".

 "Kriterianya apa?", tanya seorang Ustadz.
"Yang shalihah dan menshalihkan", jawabnya.
"Bagus. Tapi abstrak. Bisa agak konkret?"
 "Emm.. Yang punya sedikitnya 3 kelompok binaan pengajian?"
"Mantap."

Tak lama, dia telah memegang lembar biodata. Dia tahu nama, pendidikan, tinggi dan berat badan, aktivitas, hobi, tradisi keluarga, hingga penyakit yang pernah diderita. Hari untuk berjumpa dan melihatnyapun tiba.


انْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
“Lihatlah wanita yang akan kau nikahi, yang demikian lebih melanggengkan hubungan di antara kalian.” (HR. An Nasa'i/3235, At Tirmidzi/1087)

Nasehat Rasulullah untuk Mughirah ibn Syu'bah ini hendak dia 'amalkan segera. Tahu bahwa gadis itu bekerja paruh waktu di sela kuliah sebagai Asisten Apoteker, diapun mencoba tuk mengamatinya. Kali itu dengan cara sembunyi-sembunyi seperti Sayyidina Jabir diajari Nabi.

Belanja ke Apotek itu, dibelinya multivitamin. Tapi ternyata tugas AA di belakang meracik obat, bukan melayani pembeli. Nazhar seharga 18 ribu itu gagal.

Maka pertemuan pertama 8 Juli 2004 itu diniati untuk melihat. Apa daya, sepanjang pertemuan tak banyak kata, dan pemuda ini terus menunduk, sama sekali tak berani menatap langsung pada gadis di hadapannya.

Untung meja ruang tamu Sang Ustadz terbuat dari kaca. Bening sekali.

Pada pertemuan kedua 12 Juli 2004, dengan dimoderatori sang Ustadz dan si istri, terjadilah diskusi.

Pertanyaan, "Visi misi pernikahan Anda?", "Bagaimana konsep pendidikan anak yang tepat?", "Pandangan Anda tentang istri yang berkarier?", "Seperti apa proyeksi nafkah nanti?", "Pendapat Anda tentang homeschooling?", "Rencana tempat tinggal & penataannya?", diberondongkan dengan lebih mengerikan dari ujian pendadaran.

Tapi endingnya adalah pengakuan, "Maaf, saya tidak bisa memasak."

Si pemuda bergumam dalam hati, "Ya Allah aku minta yang shalihah dan menshalihkan. Rupanya pandai memasak belum termasuk di situ. Ya Allah apakah Kau menguji kesungguhan kriteriaku?" Lalu dia kuatkan hati, "Tak apa Ukhti. Di kota ini banyak rumah makan. Murah-murah lagi."
"Saya juga tidak terbiasa mencuci."
"Alamak", batin si pemuda. Tapi mengingat hal yang sama, dia berkata lagi, "Tak apa Ukhti. Di kota ini banyak laundry. Kiloan lagi."
"Saya bukan mencari tukang masak dan tukang cuci. Saya cari istri. Kalau diperkenankan, saya akan segera menghadap Ayah Anda." Maka hari itu, lamaranpun disepakati 6 hari kemudian, 18 Juli.

Ta'aruf memang bukan soal berjumpa berapa kali. Ia tentang prasangka baik, prioritas kesefahaman, dan komitmen. Pacaran tidak memberikan ini, karena set mental menginginkan kepastian membuat kita tampil lebih baik dari aslinya, hingga kadang keluhan di rumahtangga adalah, "Sudah kelihatan aslinya."

Nah bagaimana saling mengenal yang hakiki? Ta'aruf itu istilah umum. Dalam Al Quran, ia adalah hikmah diciptanya kita bersuku-suku & berbangsa-bangsa. Jadi, kapan ta'arufnya suami-istri?

Seumur hidup!

Sebab manusia adalah makhluk penuh dinamika. Dia sedetik lalu takkan persis serupa dengan kini. Ta'aruf itu seumur hidup. Sebab kenal sejati adalah saat bergandengtangan di surga nanti.

Tiga belas tahun berta'aruf, pemuda itu masih terus belajar mengenal istrinya. Selalu ada kejutan ketika prasangka baik dikedepankan. Misalnya, si cantik yang mengaku tak bisa memasak itu, pada HUT RI ke-60 setahun bakda nikah, menjadi juara lomba masak Agustusan Tingkat RT. Lumayan.

sumber: instagram/salimafillah

4 Tips Cara Memantapkan Hati untuk Berhijab

Sudah ada keinginan dan niat untuk berhijab namun bingung bagaimana cara memulainya? Ingin berjilbab tapi belum siap, malu? Masih ada perasaan ragu, bimbang dan semacamnya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, berikut ini adalah 4 tips bagaimana cara memantapkan hati untuk berhijab.

4 Tips Cara Memantapkan Hati untuk Berhijab

1. Coba baca buku-buku cari tahu apa sih manfaatnya wanita menutup aurat, Apa kerugian terbesar wanita yg tidak menutup aurat

4 Tips Cara Memantapkan Hati untuk Berhijab
foto: facebook/ustadzfelixsiauw 

Baca dalil nya, resapi, perbanyak ingat kematian. Dalam sehari itu berapa banyak laki-laki non mahram yang lihat aurat kita? Ada satpam, ada tukang bubur, ada supir angkot, semua laki-lai yang melihat aurat kita dalam sehari aja udah berapa? Itung.. belum lagi foto-foto kita yang di dunia maya tanpa hijab. Berapa banyak yang udah lihat dalam 24 jam itu di socmed. Silakan itung.  Nah, dalam sebulan udah berap orang? Setahun? 5 tahun terakhir? 10 tahun terakhir? Jangan numpuk dosa lagi, buruan tutup sekarang auratnya.

"Rugi kalau auratmu yang berharga sampai bebas dilihat sama tukang-tukang di jalan. Bener apa bener?" 

Salah satu buku yang recommended buat kamu yang baru akan dan istoqomah berhijab adalah bukunya Ust. Felix Siauw yang berjudul "Yuk Berhijab".

2. Sering-sering ikut kajian 

4 Tips Cara Memantapkan Hati untuk Berhijab

Tidak usah takut kalau belum berhijab tapi datang ke kajian. Karena di majlis itu bebas siapa saja yg mau menimba ilmu silakan saja datang. Tidak usah bingung juga mikirin mau pakai baju apa di kajian. Datang aja dengan menutup aurat. Duduk, dengerin, dan deketin akhwat-akhwat yang sudah pada hijrah. Jangn malu, sebab kalau malu terus nggak akan maju-maju. Rutinkan buat dateng ngaji, ke kajian. Biasanya orang yang nggak pede pakai jilbab jadi termotivasi berjilbab setelah ia ikut kajian/pengajian.karena di sana ia dikelilingi wanita-wanita yang sudah menutup aurat juga.

3. Coba cari teman-teman yang sudah menutup aurat. Cari satu saja teman perempuan yang sudah menutup aurat dengan syari dan istiqomah

4 Tips Cara Memantapkan Hati untuk Berhijab

Deketiiiin.. pepet terusss.. ambil ilmunya.... wallahi nggak bakal rugi punya teman yang begini. Karena sebaik-baik temen itu yang ngajak hijrah. Bukan yang tambah bikin jauh dari Allah. Jangan berasa garing gaul sama akhwat yang berhijab syari karena obrolannya juga pasti beda jauh sama temen-temen gaul kamu. Obrolan akhwat yang udah nyunah ya nggak bakal jauh dari ilmu akhirat. Bukan yang gila dunia lagi atau ngobrolin film/musik terbaru, yang begini sudah ngga ada gunanya. Banyakin temen-temen yang sudah hijrah. Deketin.. kalau ada kajian ikutan nggak usah malu.

4. Kalau tidak bisa juga dari semua tips-tips di atas, mungkin solusinya cari calon suami yang sholeh

4 Tips Cara Memantapkan Hati untuk Berhijab
foto: instagram/@duniajilbab

Tapi nggak jamin juga sih, soalnya kebanyakan laki-laki sholeh maunya sama yang sudah menutup aurat juga. Doa terus ke Allah, jangan sampai hijab pertama kamu adalah kain kafan. Naudzubillah...

Nah, itulah tips agar memantapkan hati untuk berhijab. Semoga bermanfaat.
Sumber tulisan: instagram/ochi_chan95

Ukhti, Maukah Kau Aku Jelaskan Tentang Seorang Ikhwan?

Ukhti, Maukah Kau Aku Jelaskan Tentang Seorang Ikhwan?

Iya ikhwan, yang diam-diam mengagumimu karena kelembutanmu, karena akhlakmu, karena penjagaanmu dan karena ketaatanmu padaNya

Dia adalah seorang ikhwan yang sedang berjuang untukmu. Yang Insya Allah akan menghalalkanmu. Kau tau? Tentu kau belum mengetahuinya

Karena dia sedang sibuk mempersiapkan segalanya untuk menjemputmu
Memantaskan dirinya untuk menjadi imammu
Dia menyukaimu karena Allah,
Itu mengapa ia tak berani merayumu sebelum menikahimu

Kau tau ukhti? Dia benar-benar menyukaimu
Namun dia tak memperlakukanmu seperti para ikhwan yang sedang dimabuk asmara lainnya
Yang kapan saja bisa menunjukkannya
Yang tidak punya rasa malu sedikitpun pada Robbnya

Namun tidak dengan ikhwan ini,
Dia teramat menjaga dirinya dari cinta yang belum halal.
Dari rasa yang belum semestinya ia berikan.
Dari pandangan yang tak seharusnya ia pandang
Dari sentuhan yang tak seharusnya ia sentuh

Percayalah ukhti, Dia ingin memperlakukanmu dengan cara yang spesial. Yang berbeda dengan lainnya


Mungkin dia terlihat jauh, namun yakinlah doanya bergelimang bagai bintang
Mungkin dia terlihat asing, namun yakinlah dia selalu memperkenalkanmu padaNya disepertiga malamnya
Romantis kan?

Mengapa dia begitu?
Karena kau baik, kau pantas didapatkan dengan cara yang baik. Kau istimewa, kau patut didapatkan denga cara yang berbeda. Kau harus dihargai, yang hanya bisa ditaklukkan denga ijab Qobul di depan wali dan saksi.

Bukan denga cara pacaran atau semisal lainnya
Apalagi modus belaka, Atau rayuan maut yang bisa menggoyahkan imanmu dan imannya.

Ukhti baginya kau adalah calon bidadari surga.
Mana mungkin seorang bidadari mudah didapatkan dg cara yang biasa-bisa saja
Apalagi dengan cara yang membuat Allah murka

Percayalah ukhti. Dia benar-benar ingin menjadi pangeran surgamu. Menjemputmu meraih Ridho dan SurgaNya

Apa kau mau ukhti?
Eits tak semudah itu
Kau juga harus memantaskan dirimu
Jagalah dirimu sebaik-baiknya
Belajarlah menjadi pendamping yang baik untuknya
Belajarlah menjadi partner menuju surgaNya

Wahai ukhti calon bidadari surga
Bersabarlah dalam penantian
Pantaskanlah dalam ketaatan
Bersabarlah ukhti
Hari bahagia itu akan tiba
Jawaban atas doamu dan doanya akan segera terlihat nyata

Sumber: instagram/perempuanbiasa_

Nggak Pacaran tapi Berjanji untuk Saling Menunggu, Bolehkah?

Nggak Pacaran tapi Berjanji untuk Saling Menunggu, Bolehkah?

Seseorang berkata, “Saya suka pada seorang akhwat (perempuan) dan sudah pernah menyatakan perasaan saya. Ternyata ia pun memiliki perasaan yang sama. Saya ingin menikahinya tapi nanti kalau saya sudah lulus dan sudah punya pekerjaan. Ia pun sama ingin menikah setelah lulus kuliah sekitar 3 tahun lagi."

Sahabatku, sadarlah banyak diantara kita yang tak sabar atau bahkan takut jika orang yang kita cintai nanti menikah dengan yang lain. Atau ada juga yang ingin memiliki namun belum siap menikahi. Ujungnya adalah memberi harapan yang belum pasti, memberi janji yang malah membebani

Pertanyaannya, 
“Mampukah selama penantian itu kau bisa menjaga hati, pandangan dan perasaanmu agar tak terjerumus pada zina hati, pikiran dan perasaan?”


Satu lagi,
 “Bisakah kau dan dia menjaga kesetiaan pada-Nya, padahal dalam rentang waktu itu bisa jadi ada lelaki yang lebih soleh dan mapan darimu yang siap melamarnya, atau sebaliknya bisakah kau tetap setia menunggunya dengan keterbatasan komunikasi dan tempat, sedangkan di hadapanmu ada wanita yang lebih solehah dan menarik hati?”

Kawan, seringkali karena ‘keterbatasan pikiran’, kita mengganggap dialah yang terbaik dan mesti menjadi jodoh. Padahal bisa jadi ada jodoh yang lebih baik yang telah Allah SWT siapkan untukmu.

Bukankah Jodoh, mati dan rezeki di tangan Allah.?
Lantas hal apa yang membuatmu ragu?

Maka, tugas kita jika belum siap menikah adalah menjadi sebaik-baik pribadi yang disukai-Nya. Hingga Dia pantaskan kita untuk mendapatkan jodoh terbaik menurut-Nya

Karena bisa jadi kita menyukai sesuatu, padahal itu belum tentu yang terbaik. Sebaliknya, bisa jadi kita tak menyukai sesuatu padahal itu yg terbaik bagi kita. Seperti yang di gambarkan-Nya pada Quran Surat Al-Baqarah ayat 216.

Jadi, kamu masih suka ngasih harapan sama seseorang? Kalau memang cinta dilamar saja!

Semoga bermanfaat.
Sumber: @dakwahhijab