12 Januari 2017

Pertempuran di Malam Hari

Tags

 Pertempuran di Malam Hari

Malam itu gelap, tapi cahaya bulan dan bintang-bintang di langit serta lampu-lampu di sepanjang jalan juga rumah-rumah, membuat malam menjadi menyala indah. Ya, semua itu karena cahaya, cahaya yang diciptakan oleh Tuhan untuk kita. Tanpa cahaya, malam hari hanyalah hitam tanpa keindahan. Tanpa cahaya, matapun tak dapat melihat apa-apa.

Dengan cahaya itulah kita bisa melihat keindahan dari pagi hingga malam. Alhamdulillah, dengan cahaya itu pula saya dapat melihat sahabat saya si Ekok yang sedang asyik nonton sinetron di rumahnya yang berjudul "...tuutttt...". Ah sialan, sinetron itu lagi. Si Ekok suka sekali dengan sinetron itu. Setiap kali saya bermain ke rumahnya pasti dia sudah nongkrongin sinetron kesayangannya itu.

“Kok, coba pindahin!” pinta saya sambil sedikit mengambil camilan dari tangannya.
“Entar dulu Jup, lagi seru-serunya ni!” ucap si Ekok, berbicara dengan mulut penuh makanan dan mata serius menatap layar TV.

Si Ekok itu kalau lagi nonton sinetron udah kayak emak-emak, tidak bisa diganggu gugat. Sementara itu, ketika si Ekok sedang asyik nonton sinetron kesayangannya, saya membantunya menghabiskan camilan yang ada.

"Hmm ente mah ngabisin Jup"
"Sorry bro ane belum makan dari zaman penjajahan"
"Hahaha, pantesan ente kurus kering begitu"
"Ah namanya juga perjuangan bro"

Sambil ngobrol-ngobrol ala remaja alay dan ngawur itu, akhirnya yang ditunggu-tunggu pun sudah terpampang nyata di layar TV, yaitu tulisan bersambung di sinetron kesukaan so Ekok itu. Wakakak...

“Kok, main PS aja yuk!”
“Ok, kita main bola ya Jup!”
“Siap..!!!”

Di rumah si Ekok kebetulan ada Playstation, walaupun Cuma PS1 tapi lumayanlah buat hiburan. Kami berdua memutuskan untuk menghabiskan malam ini dengan bermain PS. Permainan pertama, kami mulai dengan Super Shot Soccer, permainan bola yang ada jurus-jurusnya kayak Shaolin Soccer.

Pertempuran sengit pun membara di malam ini. Serangan demi serangan dikeluarkan oleh masing-masing tim yang kami mainkan. Lalu sengatan listrik dari Menara Eiffel membuat pingsan pemain kesebelasan Brazil yang di mainkan Si Ekok. Permainan semakin seru, kesebelasan Brazil pun bangkit lalu melesatkan tendangan yang super duper keren seperti naga terbang lalu membobol habis gawang Perancis yang dimainkan olehku. Sebenarnya negara Brazil adalah tim Favorit saya di game ini, tapi apa daya si Ekok sudah memilihnya duluan untuk dia mainkan.

“Kok gantilah, kita main game perang aja!”.
“Aduh, ngantuk ni pengen tidur.”
“Ya udah, kalo gitu ane main sendirian aja.”
"Ok, ane tidur duluan ya bro."
"Ok!"

Pertempuran baru saja dimulai. Setelah bertempur di lapangan hijau, sekarang waktunya bertempur di medan perang. Suara lesatan senjata api dan ledakan bom menghilangkan kesunyian malam ini. Tapi lama-kelamaan saya merasakan bosan juga main game sendirian. Rasa kantuk juga sudah datang. Akhirnya saya putuskan untuk bertempur di alam mimpi saja. Menyusul si Ekok yang sudah tersungkur di atas kasur.

 Pertempuran di Malam Hari
Eka Yulianto dan Juproni tahun 2008


Artikel Terkait

Seorang yang sedang belajar menulis dan berbagi artikel bermanfaat.


EmoticonEmoticon