12 Januari 2017

Kakek Tua yang Iba

Tags

Kakek Tua yang Iba

"Ini dek buat kamu"

Seorang laki-laki paruh baya menyodorkan uang Rp 50.000 dan meletakannya di mushaf yang sedang aku baca.

"Ini buat apa kek?" tanyaku heran
"Udah ambil saja" ucap si kakek
"Maaf kek, lebih baik kakek kasih ke anak yatim saja. Kebetulan saya juga sudah bekerja"

Aku memikirkan kembali kata-kata yang spontan aku ucapkan kepada si kakek. Apakah yang aku ucapkan tidak menyakiti hati si kakek. Sekilas wajahnya tampak lesu ketika aku menolak uang darinya.

"Ya sudah, kalo begitu kamu masukkan saja uangnya ke kotak amal yangdi sana" ucap si kakek

Lalu aku pun segera menuju kotak amal dan langsung memasukkan uang pemberian kakek itu. Aku bingung kenapa tiba-tiba saja dia memberiku uang. Apa aku tampak memprihatinkan, sehingga dia iba melihatku.

"Saya kira kamu lagi mesantren" ucap si kakek
"Nggak kek, saya kerja di dekat masjid ini dan kebetulan sambil kuliah juga. Memangnya kakek tinggal di mana?"
"Oh gitu. Saya tinggal di Jakarta... Ya sudah lanjutin ngajinya"

Si kakek menundukan kepalanya dan hanyut dalam zikirnya. Sementara aku teringat pada seseorang yang sudah empat tahun lalu pergi. Ya Allah, jadikanlah alam kuburnya taman-taman surga.

Artikel Terkait

Seorang yang sedang belajar menulis dan berbagi artikel bermanfaat.


EmoticonEmoticon